Welcome to our online store!
Dahulu kala, di sebuah desa yang terletak di sekitar Danau Toba, hiduplah seorang pemuda tampan bernama Toba. Toba adalah seorang petani yang sangat tekun dan rajin bekerja. Ia hidup sendirian di sebuah rumah sederhana, karena orang tuanya sudah meninggal dunia. Meski hidup sederhana, Toba selalu merasa bahagia karena ia merasa dekat dengan alam dan kehidupannya yang penuh kedamaian.

Suatu hari, setelah bekerja keras di ladang, Toba merasa sangat lapar dan memutuskan untuk pergi memancing di sebuah sungai kecil yang tidak jauh dari desanya. Di sana, ia berhasil menangkap seekor ikan besar yang sangat indah. Ikan itu memiliki sisik yang berkilau seperti emas dan tampak berbeda dari ikan-ikan biasa. Toba merasa sangat senang dan berencana untuk memasak ikan tersebut untuk makan malam. Namun, saat ikan itu sudah berada di tangan Toba, ikan tersebut tiba-tiba berbicara dan berkata, “Tuan, saya sebenarnya bukan ikan biasa. Saya adalah seorang putri dari kerajaan bawah laut. Jika Tuan melepaskan saya, saya akan memberi Tuan kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik.”

Toba yang sangat terkejut mendengar ikan itu berbicara, merasa ragu-ragu, tetapi akhirnya ia memutuskan untuk melepaskan ikan tersebut ke dalam air. Ikan itu kemudian berenang kembali ke dalam sungai dan hilang dari pandangan Toba. Beberapa hari setelah kejadian itu, Toba kembali bekerja di ladangnya, namun ia merasa ada perubahan yang luar biasa dalam hidupnya. Tiba-tiba saja, ia merasa lebih beruntung dan kehidupannya semakin mudah. Tanaman di ladangnya tumbuh subur, hasil panen meningkat, dan ia merasa bahagia.
Suatu hari, Toba pergi ke sebuah hutan dan bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Boru Samosir. Toba merasa tertarik dengan gadis itu, dan ternyata, Boru Samosir juga merasa tertarik padanya. Mereka pun saling jatuh cinta dan segera menikah. Kehidupan Toba dan Boru Samosir semakin bahagia, dan mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang lucu dan sehat.
Namun, meskipun mereka hidup bahagia, ada satu larangan yang sangat ketat yang harus dipatuhi oleh Toba dan Boru Samosir. Toba diberitahu oleh istrinya bahwa mereka tidak boleh menceritakan asal-usul keluarga mereka kepada siapa pun, terutama mengenai asal usul Boru Samosir yang sebenarnya. Boru Samosir adalah putri dari kerajaan bawah laut, dan jika rahasia itu terbongkar, akibatnya akan sangat buruk.
Namun, suatu hari, Toba merasa sangat penasaran dan tidak bisa menahan diri. Setelah bertahun-tahun menikah, ia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada istrinya, “Sayang, apakah kamu benar-benar manusia biasa? Mengapa kamu begitu berbeda dengan wanita lainnya?” Boru Samosir merasa sangat kecewa dan marah mendengar pertanyaan Toba. Ia berkata, “Toba, kamu telah melanggar janji kita. Aku adalah seorang putri dari kerajaan bawah laut, dan aku sudah memperingatkanmu untuk tidak menanyakan asal-usulku. Karena kamu telah melanggar janji itu, aku harus pergi dan kembali ke tempat asalku.”

Mendengar perkataan istrinya, Toba sangat menyesal dan berusaha memohon agar Boru Samosir tidak meninggalkannya. Namun, semuanya sudah terlambat. Boru Samosir pun menghilang begitu saja, dan Toba sangat terpukul dengan kejadian itu.
Toba yang sangat merasa kehilangan, lalu pergi mencari istrinya ke tempat yang tidak diketahui. Dalam pencariannya yang penuh kesedihan, Toba naik ke sebuah bukit yang tinggi dan menatap ke arah sungai tempat ia pertama kali bertemu dengan Boru Samosir. Di sana, ia berdoa dengan penuh harapan agar bisa menemukan kembali istrinya. Saat Toba berdoa, tiba-tiba tanah di bawah kakinya bergoyang dan air mulai meluap. Tanah pun mulai terbelah, dan air menggenangi wilayah sekitar. Dalam sekejap, seluruh daerah itu menjadi danau yang sangat luas. Danau ini kemudian dikenal dengan nama Danau Toba, dan pulau kecil di tengahnya dikenal sebagai Pulau Samosir, yang merupakan tempat di mana Toba dan Boru Samosir pernah tinggal.
Konon, danau tersebut merupakan simbol dari kesedihan dan penyesalan Toba yang kehilangan istrinya. Pulau Samosir, yang terletak di tengah-tengah danau, melambangkan tempat di mana kisah cinta Toba dan Boru Samosir berakhir, tetapi tetap dikenang sebagai cerita yang penuh pelajaran tentang cinta, janji, dan konsekuensi dari tindakan yang tidak dipertimbangkan dengan bijak.

Pesan Moral
Cerita Legenda Danau Toba mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga janji dan tidak melanggar batasan yang telah dibuat dalam hubungan. Tindakan yang terburu-buru dan tidak dipikirkan dengan baik dapat membawa konsekuensi yang besar. Selain itu, cerita ini juga mengingatkan kita tentang kekuatan cinta dan penyesalan, serta pentingnya menghargai orang yang kita cintai sebelum kehilangan mereka