{"id":5806,"date":"2025-08-14T10:24:10","date_gmt":"2025-08-14T10:24:10","guid":{"rendered":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/?p=5806"},"modified":"2025-08-14T10:24:13","modified_gmt":"2025-08-14T10:24:13","slug":"na-mora-pande-bosi-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/?p=5806","title":{"rendered":"Na Mora Pande Bosi"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/ceritarakyat.shop\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ChatGPT-Image-Aug-14-2025-05_23_47-PM.png\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"770\" height=\"514\" src=\"https:\/\/ceritarakyat.shop\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ChatGPT-Image-Aug-14-2025-05_23_47-PM-770x514.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5807\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Daeng Mela yang kemudian digelari Na Mora Pande Bosi adalah seorang&nbsp;pahlawan. Pada waktu Malaka jatuh ke tangan Portugis, Daeng Mela mundur, dan&nbsp;ingin kembali ke negrinya Bugis. Namun dia harus menempuh jalan darat demi&nbsp;keselamatan dirinya sendiri. Dia memulai perjalanan dari Labuhan Ruku dan sampai&nbsp;di Negeri Baru, yang sama ini terkenal sebagai pelabuhan besar\u2019.<br>Di sana Daeng Mela melapor kepada Raja Hatongga, dan menceritakan&nbsp;kepandaiannya sebagai pandai besi, sekaligus mendemonstrasikan bagaimana cara&nbsp;membuat cangkul, kampak, bajak, parang, tombak dan macam-macam lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya bekerja bukanlah seperti orang biasa, besi yang sudah dibakar bisa&nbsp;dibengkokkan dan ditipiskan tanpa alat, cukup dengan menggunakan tangannya.&nbsp;Raja Hatongga sangat heran, dan takjub. Akhirnya Daeng Mela sangat&nbsp;disegani di kampung itu, sampai raja merestui perkawinannya dengan adik&nbsp;perempuan Raja, yang bernama Lenggana. Sesuai dengan adat Tapanuli Selatan,&nbsp;maka Daeng Mela diberi marga yaitu Lubis. Daeng Mela kini berganti nama menjadi&nbsp;Na Mora Pande Bosi Lubis. Sebagai maharnya, Na Mora Pande Bosi Lubis hanya&nbsp;memberi tiga helai kain tenun petani.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah kedua insan ini membentuk keluarga di Lobu Hatongga dengan&nbsp;sebidang tanah, dan perumahan yang diberikan raja Mereka cukup berbahagia&nbsp;setelah lahir putra kembar, yaitu Sultan Bugis, dan Sulatan Berayun.&nbsp;Suatu ketika Na Mora Pande Bosi Lubis pergi berburu ke tempat yang lebih&nbsp;jauh dari sebelumnya, di Hamaya Tonggi yang terkenal angker. Sampai enam kali&nbsp;dia menyumpit burung, kena dan jatuh ke tanah, namun tak pernah jumpa. Begitu&nbsp;pula pada penyumpit yang ke tujuh kali membuat dia kesal dan marah.<\/p>\n\n\n\n<p>Tiba-tiba&nbsp;muncullah seorang gadis cantik terjadilah dialog. Na Mora Pande Bosi Lubis begitu&nbsp;terpesona melihat gadis itu, akhirnya dia mengikuti gadis tadi sampai ke tempat&nbsp;tinggalnya, dan keduanya menjadi suami istri.&nbsp;Kerajaan Hatongga menjadi heboh, raja memerintahkan semua orang untuk&nbsp;mencari Na Mora Pande Bosi Lubis. Terakhir gong sakti dipukul (dibunyikan) Na Mora&nbsp;Pande Besi Lubis sadar, dan dia kembali pulang menemui istrinya dengan membawa&nbsp;keris tidak bersarung lagi.<br>Di negeri bunian istri kedua. Na Mora Pande Bosi Lubis melahirkan anak&nbsp;kembar diberi diberi nama Si Langkitang dan Si Baetang. Setelah besar, kedua anak&nbsp;ini pergi mencari ayalmya sesuai dengan petunjuk ibunya, dan ternyata impian mereka terkabul. Keluarga Na Mora Pande Bosi menerima kedua anak itu sebagai&nbsp;anggota keluarga, sama seperti anaknya kandung.&nbsp;Suatu ketika terjadi perkelahian antara Sultan Bugis dengan Si Langkitang,&nbsp;gara-gara berebut putri paman, yang akhimya dimenangkan oleh Si Langkitang.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena mereka saling berkelahi, maka sang ibu membela anak kandungnya, selia&nbsp;menyuruh kedua anak itu pergi. Kedua anak itu pergi, dan mereka sampai di&nbsp;Singengu. Singengu adalah daerah pegunungan yang tinggi dari apabila menatap&nbsp;dari puncaknya, masih tampak Lobu Hatongga. Di sana dengan suara yang keras si&nbsp;Langkitang bersumpah agar keluarga Na Mora Pande Bosi Lubis di Lobu Hatongga&nbsp;akan punah.&nbsp;Demikian sumpah Si Langkitang di dengar Empu Mula Jadi Nabolon sehingga&nbsp;keturunan Na Mora Pade Bosi Lubis tidak berkembang menurunkan marga Lubis di&nbsp;daerah itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daeng Mela yang kemudian digelari Na Mora Pande Bosi adalah seorang&nbsp;pahlawan. Pada waktu Malaka jatuh ke tangan Portugis, Daeng Mela mundur, dan&nbsp;ingin kembali ke negrinya Bugis. Namun dia harus menempuh jalan darat demi&nbsp;keselamatan dirinya sendiri. Dia memulai perjalanan dari Labuhan Ruku dan sampai&nbsp;di Negeri Baru, yang sama ini terkenal sebagai pelabuhan besar\u2019.Di sana Daeng Mela &hellip; <a href=\"https:\/\/ceritarakyat.shop\/?p=5806\" class=\"more-link\">Read More <span class=\"screen-reader-text\">Na Mora Pande Bosi<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5807,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"elementor_header_footer","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[87,82],"tags":[],"class_list":["post-5806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-angkola","category-ceritarakyat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5806"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5808,"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5806\/revisions\/5808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5807"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritarakyat.shop\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}